Pelayanan Buruk Pertamina Depan RPH dan Dugaan Langgar Aturan Disnaker dan Penjualan BBM 

Spread the love

Rantauprapat

Pelayanan yang buruk yang dilakukan oleh karyawan SPBU depan RPH Rantauprapat tidak lepas dari Managemennya yang buruk yang mempekerjakan lebih 40 Jam Kerja seminggu tapi tidak ada lembur dan tambahan, hal itu jadi temuan saat aktivis mengamuk sekitar jam 12.00 Wib, Selasa 17/03/2026.

Keributan terjadi mulai dari adanya antrian pengisian BBM yang tiba tiba karyawannya meninggalkan lokasi dan tidak mau melakukan pengisian dengan alasan mau istirahat, sementara kenderaan sudah mengantri panjang, karena beberapa Bahan Pengisian tampak kosong ngak ada yang menjaga hanya beberapa yang berpungsi, saat itu Al As’ari hasby lagi ikut antri, melihat itu diapun marah dan mendatangi kantor SPBU.

Tidak sampai disitu, securyti bernama Pangestu mencoba menenangkan dan baru kemudian datang Mandor mengaku bernama Abie, dan memohon maaf dan mengatur memeribrahkan karyawan membuka pom yang kosong untuk melakukan pengisian, akan tetapi tiba-tiba karyawan nyeletuk, “tak bisa isirahat” gerutunya, ketika di tanya jam kerja mereka berapa jam dengan tegas dikatakan 8 jam 1 hari selama 6 hari kerja tanpa premi dan lembur, hal itu di benarkan oleh Ahbie sang Mandor.

Al As’ari mengatakan SPBU ini kerap melakukan pelanggaran baik takaran minyak, penjualan BBM subsidi ke pengecer Jerigenan dan untuk Industri dengan mengisi jerigen tengah malam menjelang pagi, serta temuan beberapa waktu lalu kurangnya isi literan POM dari standar tapi lolos saja dari jeratan hukum.

Pemilik SPBU ini cukup licin dan licik dan terkenal mereka keluarga penguasa beberapa SPBU dan angkutan yang disebut sebut namanya BUNTEK pemilik RPH, orangnya tidak pernah dikenal karena jarang bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga untuk di konfirmasi sangat sulit, sang mandor Ahbie ketika diminta tanggapan terkait bosnya ini, selalu menghindar. (Tiem/HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *