GSN dan Balga sang Bandar dugaan Peliharaan oknum APH Polsek Bilah Hilir dan Polres

Spread the love

Labuhanbatu

Kapolres, Kasat Narkoba, Kapolsek Bilah Hilir, Bungkam saat di komfirmasi terkait dengan perilaku oknum Polsek Bilah Hilir yang lindungi bandar Narkoba dan Serimonial GSN terhadap Balga pengedar sabu yang meresahkan, konfirmasi berulang yang dilakukan, Senin 20 April 2026 tanpa respon, kita meminta Kapoldasu dan Mabes Polri meninjau pejabatnya dan komitmen pemberantasan Narkoba di Labuhabbatu betul betul diberantas dan tuntas.

Polsek Bilah Hilir melakukan giat Grebek Sarang Narkoba ( GSN) di Desa Kampung Bilah dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu -Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu.

Penggrebekan dilakukan setelah gencar pemberitaan tentang peredaran narkoba di Desa Kampung Bilah, serta beberapa desa lainnya yang dikendalikan oleh Balga sang Bandar yang di beckup dan dibuatlah GSN dugaan rekayasa dan berjalan mulus tanpa hambatan seperti melintas di jalan tol, dan ditemukanlah 3 orang disalah satu rumah salah satunya Balga sang Bandar, dan penghancuran lokasi lokasi tempat bertaransaksi dan memakai narkoba, yang hanya menemukan plastik, mancis dan bekas bong dan gubuk reot yang sebelumnya telah di kosongkan saat GSN di lakukan.

Tindakan aparat kepolisian Polsek Bilah Hilir melakukan GSN menimbulkan kecurigaan dan penuh tanda tanya, benarkah giat GSN itu sebagai wujud bentuk keseriusan polisi dalan melakukan pemberantasan narkoba? Atau hak itu hanya bentuk pencitraan agar terlihat polisi serius memberantas peredaran narkoba?.

Menanggapi giat GSN itu, Ketua TIPAN – RI Kabupaten Labuhanbatu Siswanto Bangun diminta tanggapannya mengatakan, GSN itu menurutnya hanya tindakan seremonial dan tidak mendapatkan nilai plus di masyarakat.

“Kalau tidak percaya silahkan tanya masyarakat banyak, apakah GSN itu dipercaya oleh masyarakat bahwa polisi serius memberantas narkoba? saya pastikan 99 persen mengatakan tidak, mungkin hanya 1 persen yang mengatakan iya itupun karena takut,”kata Anto.

Dengan adanya GSN yang dilakukan Polsek Bilah Hilir, Agus menilai adanya indikasi “setingan” dimana terduga para pelaku kumpul dalam satu rumah.

“Kemudian dilakukan penggeledahan, ya gak ditemukan apa – apalah dalam rumah itu. Maafnya saya menilai, skenario itu sangat terbaca di masyarakat. Warga setempat pun tahu kok aktivitas mereka selama ini,”sebut Anto.

Anto menegaskan, pola kerja aparat kepolisian mau pun TNI dalam full bucket mengungkap kasus itu matang, rapi dan sistemik.

“Saya ngerti cara kerja mereka ( aparat kepolisian), bukan gresak gresuk melakukan GSN seperti itu itu mau nangkap bandar. Lalu dipublikasikan ke media melakukan GSN, seolah respon polis tinggi terhadap peredaran narkoba,”ucapnya.

Diakhir pembicaraan, Anto menyarankan kepada awak media ini tuk bertanya kepada Kapolsek Bilah Hilir, apakah Kanit Reskrimnya selama ini tidak mengetahui adanya peredaran narkoba di Desa Kampung Bilah.

“Kalau tahu kenapa selama ini bisnis narkoba dikendalikan Balga bisa berjalan mulus? Kepala Desa Kampung Bilah aja mengetahui Balga sebagai bandar di desa itu, tak mungkin kan Kanit Reskrim gak tahu! lalu buat giat GSN, menurut saya omong kosong semua itu!,”tegas Anto Bangun.

Diketahui, setelah diekspos beberapa media online tentang peredaran narkoba di Desa Kampung Bilah oleh Balga, Dibawah komando Kanit Reskrim Rico Martin Sihombing, personel Polsek Bilah Hilir melakukan GSN di sebuah rumah milik Irul yang selama ini disebut sebut menjadi anak buah Balga.

Dalam penggerebekan, Senin ,(09/3/2026) sekira pukul 22.00 WIB didapati tiga pria dalam rumah tersebut yakni, Hadi, Leman dan Karmen alias Balga. Namun dalam penggrebekan tidak ditemukan narkoba dari ketiga orang dimaksud.

Terpisah, beberapa sekumpulan warga Desa Kampung Bilah ketika dikonfirmasi soal GSN oleh Polsek Bilah Hilir kemarin, tidak memberikan komentar serius malah mengatakan kepada awak media ini agar menonton film polisi India.

“Tahu Abang film India kan? Banyak polisinya yang bekerja sama dengan penjahat. Biasanya yang jadi banditnya pimpinan di lapangan,”jawab sumber meminta tidak ditulis namanya di pemberitaan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Kampung Bilah Beni Ismail, mengaku resah atas peredaran narkoba yang berjalan mulus dikendalikan oleh Balga di desanya.

“Kalau disebut Balga mengedarkan narkoba seperti melintas di Jalan Tol itu menurut saya benar adanya, buktinya dia tetap eksis dan melenggang bebas mengedarkan narkoba di desanya dan di desa lainnya meski berulang kali diberitakan,”sebut Benni.

Melihat realita yang ada, lanjutnya, opini buruk terbangun di publik tentang keseriusan kinerja aparatur penegak hukum dalam hal memberantas narkoba.

“Pemberitaan soal narkoba adalah informasi yang diberikan media kepada aparatur penegak hukum guna direspon aparatur penegak hukum. Bila aparatnya cuek bebek, berita tak direspon ya beginilah nyatanya, si bandar tetap eksis menjalankan peredaran narkoba,”kata Benni yang dekat dengan awak media.

Menurut Benni, polisi tidak terlalu sulit jika serius mau menangkap si bandar, sebab polisi memilik babinkamtibmas juga intel untuk mengetahui kapan dan dimana si bandar melakukan transaksi.

“Artinya Polisi jangan hanya berharap ada informasi dari warga, informan polisi harus dari dalam komplotan itu. Gak perlulah diajari, buronan pembunuhan, perampokan bisa ditangkap, masa yang dekat tak bisa ditangkap,”ujar Benni.

Benni mengakui, keresahan warganya dengan bebasnya peredaran narkoba di desanya sudah sangat meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat.

“Keresahan warga sudah kami bahas di perwiritan, dampak dari narkoba merajalela pencurian pun meningkat. Kasihan warga, mau panen sawit sudah duluan maling yang mencuri. Hampir rata – rata para pencuri sawit itu para pengguna narkoba,” terang Benni. Bahkan beberapa warga siap bergerak dan kemungkinan hal ini akan terjadi hukum jalanan, ancaman demopun sepertinya tidak di gubris, maka mereka meminta awak media dapat membantu mereka.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal SH, beberapa kalu dikonfirmasi terkait Balga dan maraknya dan terkoirdinirnya para Bandar Sabu di Bilah Hilir dan sering kali oknum aphnya tangkap lepas tidak memberi tanggapan.

Dilingkaran Oknum APH dan Wartwan ada Humas penghubung antara Bandar dan Oknum APH serta media, yang dalam sebuah tiem wartwan yang bernaung di bawah media agar pemberitaan tidak mencuat merusak siosial control yang diamanatkan kepada pers, semoga tiem ini di hapuskan yang mengatasnamakan intitusi APH.

(Tim/hh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *